Masuk musim ujian tapi masih hobi pakai SKS (Sistem Kebut Semalam)? Hati-hati, Kakak! Belajar maraton 5-8 jam tanpa henti justru bikin otak panas dan informasi nggak terserap maksimal. Hasilnya? Pas ujian malah mendadak blank.
Untuk kamu para pejuang ujian di tahun 2026 ini, ada satu teknik legendaris yang dipakai mahasiswa elit di seluruh dunia: Teknik Pomodoro. Teknik ini fokus pada "sprint" belajar singkat yang bikin konsentrasi tetap tajam 100%.
Apa Itu Teknik Pomodoro?
Ditemukan oleh Francesco Cirillo, teknik ini menggunakan timer untuk membagi waktu belajar menjadi interval fokus dan istirahat singkat. Tujuannya sederhana: menjaga otak tetap segar dan mencegah bosan. mungkin agak sedikit aneh yah adik-adik tapi selagi itu bisa memaksimalkan cara belajar kita, kenapa tidak kita coba?
5 Langkah Mudah Praktik Pomodoro
1. Pilih Satu Materi: Jangan belajar campur-campur. Fokus pada satu bab, misalnya "Matematika: Logaritma".
Langkah pertama adalah Single-Tasking. Jangan pernah mencoba belajar Matematika sambil menyelingi latihan Bahasa Inggris. Kenapa Harus Satu? Otak membutuhkan waktu untuk "pemanasan" saat berpindah fokus (disebut switching cost). Jika kamu berganti-ganti materi, otakmu akan kelelahan sebelum sempat memahami isi pelajaran.
- Tips: Pilih bab yang paling sulit atau yang paling mendekati jadwal ujian. Misalnya, fokus hanya pada "Logaritma" sampai benar-benar paham sebelum pindah ke bab lain.
Angka 25 menit adalah "waktu emas". Tidak terlalu lama sampai membuat bosan, tapi cukup untuk menyelesaikan satu sub-bab buku Materi pelajaran kamu. (Aturan Main) Selama timer berjalan, Anggap saja dunia luar tidak ada. Matikan notifikasi TikTok, IG, atau WhatsApp.
- Psikologi: Mengetahui bahwa kamu "hanya" perlu fokus selama 25 menit membuat tugas yang berat terasa lebih ringan bagi mentalmu.
Satu sesi 25 menit ini disebut sebagai satu Pomodoro. Jika di tengah jalan kamu teringat sesuatu (misal: ingin beli jajan), tulis di kertas dan kembali belajar. Jangan biarkan aliran fokusmu terputus. Jika Selesai Lebih Cepat: Gunakan sisa waktu untuk meninjau ulang (review) apa yang baru saja kamu pelajari. Jangan hentikan timer sebelum waktunya habis.
Begitu timer berbunyi, kamu wajib berhenti, meskipun kamu sedang sangat semangat. Aktivitas yang Disarankan: Jangan buka HP! Buka HP justru membuat otak bekerja lagi memproses informasi baru. Sebaiknya: Peregangan otot, minum air putih, atau cuci muka.
- Tujuannya: Memberi kesempatan pada otak untuk memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
- Melawan Rasa Malas: Belajar 25 menit terasa jauh lebih ringan daripada bayangan belajar "seharian".
- Meningkatkan Daya Ingat: Jeda istirahat 5 menit memberi waktu bagi otak untuk memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
- Anti-Ngantuk: Karena ada jeda gerak setiap 25 menit, sirkulasi darah jadi lancar dan kamu nggak gampang menguap di depan buku.
Tips Tambahan Agar Ujian Auto-Lulus
- Jauhkan HP: Simpan HP di ruangan lain atau aktifkan mode "Focus". Gangguan 1 detik saja bisa merusak fokus yang sudah dibangun.
- Cari Lingkungan Tenang: Kalau di rumah berisik, coba cari perpustakaan atau co-working space yang nyaman.
Kesimpulan: Lulus ujian bukan soal siapa yang paling lama duduk di depan buku, tapi siapa yang paling cerdas mengelola waktu. Coba teknik Pomodoro hari ini dan rasakan bedanya!




